Test Ride Vespa Primavera ABS I-Get 150

primavera
Primavera I-GET 150

Catatan irit, sering jadi patokan konsumen membeli motor. Lantaran itu, setiap sesi test ride, kami selalu melakukan uji irit. Termasuk ke unit yang sedang kami cicipi sekarang, Vespa Primavera ABS.

Pengujiannya manual, pakai metode full to full. Maklum, panel instrumen Primavera ABS tidak terlalu informatif. Belum bisa menunjukkan angka konsumsi bahan bakar rata-rata. Jadi, kami mengisi dulu tangki bensinnya sampai penuh. Kemudian skutik Italia ini kami ajak berkeliling Jakarta.

Berbagai kondisi jalan dilalui, mulai dari padatnya lalu lintas sore hari, sampai dengan lengangnya malam. Cara berkendara juga kami buat senyata mungkin. Ada kalanya tuas gas diputar habis saat lowong, tidak jarang pula berkendara perlahan karena macet. Alhasil setelah menempuh total perjalanan 149,1 Km, tangki bensin diisi penuh lagi. Ternyata butuh 4,74 liter.

Dengan demikian, konsumsi bahan bakar rata-rata Primavera ABS, 31,4 kpl. Suatu catatan yang biasa-biasa saja untuk skuter di kelas 150 cc. Hasil ini kami raih pakai bensin RON 92 atau Pertamax, sesuai rekomendasi pabrikan. Beruntung Vespa membekalinya dengan tangki bensin lapang berdaya tampung 8,5 liter, sehingga pengendaranya tidak perlu sering-sering mengunjungi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Performa mesin

Selama berkendara, kami tentu merasakan performa mesinnya. Impresi awal, teknologi i-Get yang tersemat di jantung mekanis, sukses membuat getaran hilang. Berakselerasi dengan Primavera ABS terasa begitu halus.

Meski memang, respon mesinnya tidak terlalu baik. Ada jeda saat tuas gas dibuka, sampai motor benar-benar berlari cepat. Performanya juga tidak impresif. Di atas kertas kapasitas murninya 154,8 cc dengan konfigurasi satu silinder. Meski tampak besar, ternyata cuma bisa menggelontorkan torsi 12 Nm pada 5.000 rpm dan tenaga maksimal 11,82 PS pada 7.500 rpm.

Penggunaan ban baru ukuran lebih besar, meningkatkan kenyamanan berkendara dengan Primavera ABS. Karet bundar depan 110/70-12 inci dan belakang 120/70-12 inci sukses membuat efek bodi bawah bersinggungan dengan aspal bisa diminimalisir. Terutama ketika lewat jalan bergelombang atau undakan.

Adanya fitur keselamatan anti-lock braking system (ABS), mampu meningkatkan rasa percaya diri saat menungganginya. Kami sudah mencoba sendiri melakukan pengereman mendadak saat melaju cukup cepat. ABS sukses membuat roda tidak terkunci, sehingga kami masih bisa melaju sempurna seperti tidak terjadi apa-apa. Sayang fitur ini cuma ada di roda depan. (Lod/Odi)

Sumber: Oto.com

Denny Chasmala, Musisi Penggila Vespa

@dennychasmala
Nama Deny Chasmala bagi orang awam memang terdengar asing. Padahal, musisi ini sukses mengangkat berbagai nama artis di bidang tarik suara lainnya.

Memang, pria kelahiran Surabaya, 20 Juli 1973 ini lebih sering menjadi orang dibalik layar kesuksesan banyak musisi tanah air. Tak hanya menjadi produser, Denny juga kerap berperan sebagai aranjer, penulis lagu, gitaris, hingga konduktor orkestra.

Selain akrab dengan dunia musik, Denny Chasmala ternyata juga seorang penggila Vespa. Bahkan, ia pernah riding bersama rekan artis lainnya, seperti Omesh, Tora Sudiro, dan Nabila Putri dalam Motorbaik 2017 kemarin.

Tengok saja akun instagram ayah dua orang anak ini, @dennychasmala. Ia beberapa kali mengunggah kecintaannya pada skuter 2-tak asal Italia itu. Bahkan, hobi tersebut menular ke istrinya, Octriasari Maharani.

Menariknya lagi, kakak ipar Eros ‘Sheila on 7’ itu juga mengoleksi beberapa unit Lambretta di garasinya. Bahkan, skuter kesayangannya itu kerap menemaninya beraktifitas baik itu mengajar rekaman, maupun touring.

sumber: Otosia

Piaggio Indonesia Gelar “Year End Roadshow 2017″

Piaggio Indonesia (PID) menggelar Year End Roadshow 2017 yang diselenggarakan sepuluh kota besar di Indonesia, antara lain Makassar, Surabaya, Malang, Medan, Yogyakarta, Solo, Semarang, Bandung, Bogor dan diakhiri di Jakarta.

Piaggio Indonesia mengadakan acara ini untuk menutup tahun 2017 yang dinilai penuh pencapaian penting seperti peluncuran Vespa LX dan Vespa S 125 i-get, Vespa GTS 300, Vespa 150 i-get, Piaggio Mp3 500 dan Vespa 946 (RED). Sekaligus bentuk penghargaan Piaggio Indonesia terhadap pengguna dan komunitas vespa atas kesetiaannya memakai produk Piaggio.

Jadwal Year End Roadshow 2017
Makassar, Rabu, 6 Desember 2017
Surabaya, Sabtu, 9 Desember 2017
Malang, Minggu, 10 Desember 2017
Medan, Selasa, 12 Desember 2017
Jogjakarta, Kamis, 14 Desember 2017
Solo, Jumat, 15 Desember 2017
Semarang, Minggu, 17 Desember 2017
Bandung, Rabu, 20 Desember 2017
Bogor, Kamis, 21 Desember 2017
Jakarta, Sabtu, 23 Desember 2017

Terungkap! Inilah 3 Vespa Yang Paling Langka di Indonesia

Inilah Vespa SS90 yang langka di Indonesia © empirescooters.com

Tak   terasa, sudah 70 tahun lamanya Vespa menghiasi industri motor di dunia. Sebagai skuter asal Italia, Vespa pun masih mampu bertahan di tengah gempuran motor-motor konvensional lainnya. Bahkan tak sedikit dari kamu yang tentunya tergila-gila dengan vespa jadul lantaran memiliki bentuk yang sangat elegan dan klasik itu.

Kendati banyak orang menilai kalau vespa tua memiliki bunyi yang berisik dan bermunculannya vespa matik modern, faktanya masih banyak anak muda yang berburu vespa klasik. Namun tahukah kamu kalau rupanya ada tiga model Vespa yang begitu langka dan sulit ditemui di Indonesia lho. Apa aja sih?

Vespa GS 150 VS2 T 1956, cakep kan?

Dituturkan oleh Awwalul Fadhly kepada Liputan 6, ketiga model vespa itu adalah Vespa GS VS, Vespa SS90 dan Vespa VB1. Untuk GS VS, Fadhly menilai jika vespa ini adalah salah satu item buruan para kolektor vespa lantaran memiliki bentuk bodi yang relatif berbeda dari rekan-rekannya. Sekedar informasi untukmu, GS VS hadir dalam dua tipe yakni GS VS 150cc yang cuma tersedia dalam warna silver dan GS MK 160cc yang berwarna putih.

Yang kedua yakni SS90 sudah jadi rahasia umum kalau dia memiliki status sebagai vespa tua termahal di dunia. Ikon skuter sport ini bahkan hanya berjumlah sekitar 5.309 unit saja di dunia. Banyak yang jatuh hati dengan SS90 lantaran bentuk body yang kecil dan ramping, tapi sayang barangnya cukup terbatas. Namun yang pasti tak boleh dilupakan dari SS90 adalah adanya roda cadangan yang diletakkan di sela-sela kaki dan tangki, begitu khas!

Si cantik Vespa VB1 1957 © ! ramblinworker

Untuk model terakhir yakni VB1, Fadhly menilai kalau skuter ini memiliki ciri khas garis-garis desain pabrik Piaggio karena memiliki bentuk body yang bulat. Tak heran karena ketiga vespa ini memiliki ciri khas masing-masing, pemburu kolektor vespa rela mengeluarkan biaya tinggi agar memiliki salah satu dari mereka di garasi.

Vespa Drag, Saat Si ‘Semok’ Beradu Balap

Seperti ini aksi vespa drag © istimewa

 

Tak perlu lagi bicara panjang lebar soal kesan klasik dan elegan, semua orang termasuk kamu pasti setuju kalau Vespa memiliki dua nilai tersebut. Tak heran kalau skuter asal Italia ini memiliki banyak penggemar setia di seluruh penjuru dunia karena keistimewaannya. Hanya saja, kalau kamu hanya menilai Vespa ini jagoan dari penampilan, maka itu salah besar.

Meskipun memiliki bentuk yang semok dan montok, faktanya skuter karya Enrico Piaggio ini tak bisa diremehkan saat balapan lho. Tunggu, tunggu, Vespa bisa dibuat balapan? Bisa dong. Di tangan skuteris yang hobi balap dan benar-benar paham mesin motor, Vespa mampu dimodifikasi dahsyat nan kreatif sehingga dijuluki Vespa Drag, seperti dilansir Vespaholic Indonesia.

Vespa memang memiliki kapasitas mesin standar 150cc, tapi untuk kepentingan balap rupanya mampu digenjot jadi sekita 161cc dengan cara ‘dioprek’ bagian mesinnya. Biasanya yang dibenahi adalah bagian seher dan ring seher alias piston yang diperbesar dari ukuran normalnya. Tak itu saja, kamu juga harus mengubah bagian karburator jika mau vespa kesayanganmu semakin melaju kencang. Bahkan ada yang sampai mengganti karburator asli vespa dengan milik Yamaha RX-King atau Kawasaki Ninja 2 tak.

Salah satu penampakan vespa drag yang kece © Vespaholic Indonesia

Karena bagian mesin yang diotak-atik, vespa drag mampu memiliki tenaga 28 hp yang berarti setara dengan kekuatan standar motor Ninja, whoa! Lalu, apakah semua modifikasi vespa drag menggunakan onderdil motor lain? Tidak juga. Kamu bisa memakai onderdil standar dari Vespa Sprint dan Vespa Spartan yang memang secara spesifikasi mampu melaju lebih cepat. Nah, jika bagian onderdil sudah kamu benahi, ada baiknya kamu memodifikasi bodi vespa lebih ramping dan sederhana dengan cara melepas kedua tepong samping.

Supaya rangka vespa drag kuat, tak ada salahnya kamu memang palang besi sebagai strute bar. Nah gimana? Siap melaju dengan si tawon nan seksi ini?