modernvespa.com
modernvespa.com

Setelah memahami tiga unsur penting dalam memahami sistem pembakaran Vespa sebelumnya. Kali ini kita akan membahas bagaimana prakteknya agar Vespa tidak boros bahan bakar.

Komponen yang paling ‘dikambing hitamkan’ untuk urusan boros tidaknya konsumsi bahan bakar Vespa adalah karburator, dengan catatan komponen penghasil dan pengatur timing percikan api (listrik) dalam kondisi prima.

Jika hal itu benar terjadi maka segeralah periksa kondisi karburator Vespa Anda. Komponen penyampur oksigen dengan bahan bakar dalam wujud satu senyawa molekul (kabut) siap bakar ini memang tergolong sistem konvensional, rawan rewel dan berubah setingannya.

Tingkat keborosan konsumsi bahan bakar dapat dilihat dari kondisi busi yang berwarna hitam legam bahkan dibarengi kondisi basah, mesin menjadi sulit dinyalakan. Sebaliknya jika kondisi terlalu irit, busi akan berwarna merah bata, kering bahkan muncul kerak putih kekuning-kuningan.

Boros atau bahkan terlalu iritnya pasokan bahan bakar untuk dikonversikan dalam bentuk ledakan di ruang pembakaran sangat bergantung pada perbandingan komposisi antara oksigen dengan bahan bakar itu sendiri. Dalam bahasa tekniknya sering diistilahkan sebagai AFR (Air Fuel Ratio).

Dalam Stoichiometry, teori yang menjelaskan perbandingan antara reaktan dengan produk dalam industri kimia, menyebutkan bahwa idealnya campuran antara bahan bakar (bensin) dengan oksigen untuk proses pembakaran kinerja mesin adalah 14,7 : 1 (rasio massanya). 1 untuk bahan bakar dan 14,7 untuk takaran oksigennya.

Kita tinggalkan saja urusan hitungan teknis di atas untuk sejenak. Lanjut ke tips membuat Vespa tidak lagi menguras kantong untuk urusan bahan bakar. Langsung saja kita terapkan langkah-langkah berikut:

  • Jaga kebersihan karburator, bersihkan filter udara dan kondisi rumah karburator dari air dan debu yang bercampur oli.
  • Periksa kerapatan packing karburator, jangan ada sela kebocoran yang menyebabkan tidak sempurnanya kinerja karburator.
  • Periksa kondisi main jet (spuyer bensin) dan seal pilot jet (setelan angin), bersihkan dari sumbatan yang ada dan busa air yang sering menempel.
  • Gunakan ukuran (angka) spuyer yang standar karena biasanya setiap model karburator Vespa memiliki ukuran ideal masing-masing, sesuai dengan ukuran lubang ventury.
  • Periksa kondisi skep karburator, skep tanpa baret (belum aus) dengan kondisi masih presisi (rapat) dengan rumahnya mengindikasi kinerja yang optimal. Jika sudah aus maka gantilah dengan komponen baru.
  • Periksa jarum dan pelampung, pastikan ujung karet jarum pelampung tidak aus dan tidak terjadi kebocoran pada pelampungnya.
  • Perhatikan kasus semburan bensin dari ventury karburator saat mesin dinyalakan, jika menyembur maka indikasinya terjadi kebocoran pada proses hisap di sistem rotarinya, tidak terhisap sempurna. Umumnya sistem rotari memang rawan terjadi keausan terutama pada kedua penampangnya (antara crankshaft/bandul dengan dinding rotari dalam). Jika hal ini terjadi maka urusannya harus pindah ke bengkel bubut untuk merapatkan kembali celah tersebut. (sumber)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *