vespa rosok vespa ekstremeKreatifitas dalam dunia otomotif memang tidak ada batasannya, sama dengan aspek menyangkut seni dalam bidang lainnya. Semua individu bebas untuk mengekspresikan panggilan jiwa dan gayanya masing-masing tanpa ada intervensi dari pihak luar.

Terkait dengan fenomena sobat kita para skuteris Vespa rosok di event ulang tahun (ultah) Paguyuban Scooter Sragen (PASS) yang ke-19 tempo hari, tepatnya Sabtu-Minggu, 9-10 Mei 2015, mereka tak banyak terlihat menghadiri acara tersebut.

Hal ini erat kaitannya dengan tema ultah yang diusung oleh sang tuan rumah, Vespa Back to Basic. Seperti yang sudah Vespapora sampaikan pada artikel sebelumnya, panitia memang menghimbau agar para sobat skuteris yang berniat menghadiri acara diperkenankan menggunakan Vespa standar.

Tidak ada maksud melupakan atau bahkan ‘menyisihkan’ sobat Vespa rosok. Panitia mencoba untuk bersinergi dengan aparat Kepolisian dalam hal ini Polisi Lalu Lintas untuk turut berperan serta mengkampanyekan safety riding bagi seluruh pengendara.

Terlepas dari itu, apapun jenis motor yang sobat kendarai memang sudah selayaknya mementingkan keselamatan jiwa pribadi dan orang lain pengguna jalan raya.

Banyak pandangan miring yang berkembang di masyarakat kita dengan keberadaan Vespa rosok, entah lantaran tampilannya yang kurang rapi hingga asumsi kurang laik jalan. Merunut pada peraturan lalu lintas, idealnya sebuah kendaraan bermesin harus memenuhi kriteria kelaikan jalan yang berlaku di tataran hukum nasional.

Bagi kita, sebagai skuteris sudah selayaknya mampu memberikan panutan bagi sobat biker yang lain dan juga khalayak umum untuk kembali lagi mementingkan keselamatan dalam berkendara. Keep safety riding. Salam Vespa.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *