Berawal pada era 1950 di daratan Perancis, di mana kala itu pemerintahan lokal menghadapi peperangan melawan pemberontakan dari Aljazair dan Indocina, pihak militer membutuhkan artileri yang lebih lincah menerobos garis depan pertahanan.

Munculah gagasan untuk memproduksi sebuah motor lengkap dengan persenjataan, hingga akhirnya Vespa tempur hadir sebagai solusinya. Mulanya, skuter asal Italia yang juga memenuhi jalanan Perancis ini akhirnya harus bertransformasi menjadi kendaraan militer yang lahir dengan nama Vespa 150 TAP (Vespa TAP).

Vespa 150 TAP merupakan produksi dari ACMA(Ateliers de Construction de Motocycles et d’Automobiles) Perancis atas lisensi dari Piaggio Italy, mirip dengan PT. DAN MOTOR kalau di Indonesia.

Vespa tempur ini diciptakan untuk TAP(Troupes Aéro Portées) yaitu pasukan terjun payung(paratroop) perancis. Vespa TAP memang dirancang khusus untuk sebuah operasi serangan anti-gerilya dari musuh-musuh, guna menjalani tugas aksi sergap cepat, maka jangan heran jika proses pendistribusiannya di garis depan dijatuhkan dari atas pesawat dengan parasut.

Vespa bermesin sama dengan versi regulernya ini mengusung mesin 150cc, 2-tak, bedanya hanya terletak pada sistem transmisinya yang dibuat lebih pendek. Mengemban tugas militer, jelas TAP dibekali dengan sejumlah persenjataan. Vespa TAP 150 mempunyai 2 versi, versi 56 dan versi 59.

Tercatat, model senjata dinamakan M20 recoilless rifle (bazooka/mortar) tertanam di baju besinya. Senjata ini ampuh menaklukkan benteng dan kendaraan baja seperti tank, sehingga disebut sebagai senjata anti-tank. Kemampuannya untuk menembus lempengan baja setebal 100mm dari jarak 7000 meter tidak perlu diragukan lagi, lantaran hulu ledaknya yang tinggi.

Vespa 150 TAP selalu diterjunkan berpasangan 2 vespa, satu Vespa untuk mengangkut meriam/canon, satu vespa untuk amunisinya. Dan jangan pernah membayangkan Vespa ini bisa menembak saat sedang berjalan(seperti Tank) Meriamnya tidak bisa ditembakkan saat masih menempel di badaan vespa. Jadi harus dicopot dulu dan dipasang pada sebuah tripod(penyangga).

Referensi: 1, 2

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *